"Dengan peristiwa itu (9/11), pelaut Indonesia yang berada di Eropa dari jumlah 11.500 orang, diturunkan hampir setengahnya. Dan digantikan pelut Filipina, China, dan Eropa Timur," ujar Kepala Badan Diklat Departemen Perhubungan (Dephub) Dedi Darmawan dalam jumpa pers di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2008).
Namun, imbuh dia, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Karena, banyak perusahaan kapal yang memiliki kapal pesiar, dan melayari AS, Jepang hingga Eropa membutuhkan banyak tenaga pelaut, dan menggunakan kembali pelaut Indonesia.
Dedi mencontohkan, perusahaan kapal pesiar asing seperti Holand America Line (HAL) sudah menggunakan pelaut-pelaut RI. Bahkan,Β beberapa perusahaan asing lain seperti NYK, Sunjin, Jewong, dan Anthony Veeder merekrut taruna-taruna calon pelaut sebelum masa studi berakhir.
Di satu sisi, beberapa negara bagian lain seperti Eropa, profesi pelaut sudah mulai ditinggalkan. " "Pelaut Indonesia disenangi karena sopan dan loyal," ujar Dedi. (nwk/ndr)











































