Kejagung Tidak Setuju Baju Khusus Koruptor

Kejagung Tidak Setuju Baju Khusus Koruptor

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2008 14:04 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyediakan baju khusus koruptor untuk menimbulkan efek jera dan malu kepada pejabat yang diduga korupsi. Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak setuju dengan ide itu.

"Orang nggak punya baju dikasih baju. Orang sudah punya baju ngapain dikasih? Kita harus menghargai hak-haknya. Itu kan dia belum bersalah," tandas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Marwan Effendi.

Hal itu disampaikan dia usai salat Jumat di Masjid Baitul Adli, Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus juga memberikan pendidikan hukum yang baiklah kepada masyarakat. Belum tentu menjamin pakaian kayak gitu mengurangi korupsi," imbuh mantan Kajati DKI Jakarta ini.

Marwan mengatakan, sidang kasus korupsi merupakan sidang yang terhormat. Hakim, jaksa, dan pengacara, semuanya harus memakai pakaian kebesaran.

Nah terdakwa pun harus mengenakan baju yang pantas untuk menghormati persidangan.

"Kalau di persidangan masa pakai celana pendek. Sidang pengadilan itu sidang terhormat loh. Jadi kita harus hargai sidangnya. Jaksa saja harus pakai toga, ya toh? Jadi kalau menurut saya dia kalau bisa pakai jas atau dasi," pungkas Marwan.
(irw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads