Tersangka kasus pencabulan dan penipuan ini seakan tidak merasa bersalah dalam pratik pengobatan alternatif yang diterapkannya. Pria berbadan tegap ini mengaku membuka praktik alternatif dalam tiga tahun terakhir ini. Awalnya pasiennya merupakan anggota majelis tarekat Naksabandiyah di mana Wahidin dijuluki sebagai khalifah.
Dari anggota terekat inilah, akhirnya menyebar ke masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya kalau Wahidin selain pimpinan Naksabandiyah juga ahli pengobatan. Tersangka yang kini mendekam di tahanan Polsekta Bukit Raya, Pekabaru, mengaku sudah lebih dari 1.000 pasien yang dia tangani.
“Mungkin kalau dihitung lebih dari 1.000 orang baik laki-laki atau perempuan yang sudah berobat kepada saya. Dan mudah-mudahan mereka bisa sembuh. Tapi tidak semua pasien perempuan saya suruh telanjang,” kata Wahidin kepada detikcom, di Mapolsekta Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat (8/8/08).
Menurut Wahidin, ritual untuk pengobatan dengan cara pasien perempuan bertelanjang, merupakan upaya terakhir yang dilakukan setelah berbagai cara alternatif lainya tidak bisa menyembuhkan penyakit.
“Biasanya kalau ada pasien perempuan yang saya suruh telanjang, tingkat penyakitnya lebih sulit. Tapi kalau hanya penyakit biasa saja, saya tidak pernah menyuruh telanjang,” kata Wahidin.
Dia juga mengakui banyak juga pasien perempuan yang menolak untuk dilakukan ritual berzikir di selangkangannya. Bila pasien menolak ritual itu, dengan sendirinya, pengobatan alternatif dihentikan. Pasien dipersilakan untuk mencari pengobatan alternatif di tempat yang lain.
“Sebagian ada yang menolak kalau sudah akan dilakukan ritual berzikir sambil telanjang. Kalau ada yang menolak, ya saya tidak memaksakan. Tapi saat itu juga, kita anggap dia tidak lagi menjadi pasien kita,” kata Wahidin.
Wahidin menjelaskan, pasien perempuan yang disuruh telanjang itu sebagian besar mereka yang menginginkan anak. Tapi untuk menyuruh telanjang itu harus ada persetujuan pasien sendiri dan suaminya.
”Saya tidak pernah memaksakan kepada pasien. Ritual telanjang dengan pengobatan berzikir hanya saya lakukan bila sudah ada kesepakatan bersama. Dan sudah banyak pasien yang berhasil memiliki momongan dari terapi berzikir itu,” tegas Wahidin.
Aneh memang pengobatan yang dilalukan tersangka ini. Mengaku pandai mengobati pasien yang ingin punya anak, namun satu sisi Wahidin sendiri yang sudah berumah tangga lebih dari 3 tahun belum dikarunai anak. (cha/iy)











































