Selama di AS, saya bersama 2 wartawan Jakarta mengunjungi 5 kota dalam rangka International Visitor Leadership Program on Cyber Journalism yang disponsori oleh Deplu AS. Kelima kota itu adalah Washington DC, Indianapolis (negara bagian Indiana), Orlando (Florida), Minot (North Dakota) dan Portland (Oregon).
Dan selama 3 minggu roadshow di 5 kota itu, tak satu lembar pun poster Obama atau McCain terpampang di jalanan! Suasana kelima kota tidak memperlihatkan bahwa tak lama lagi AS akan memiliki presiden baru, momen yang dinanti-nantikan publik sedunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa tidak ada gambar Obama dan McCain? "Kan pemilunya masih lama, November," alasan seorang warga AS.
Pemandangan ini memang berbeda dengan situasi di Indonesia menjelang pemilu. Meski pemilu masih setahun lagi, sah-sah saja memasang jago-jago partai di sembarang tempat. Termasuk bendera-bendera partai yang berkibar di pinggir jalan tol.
Di Washington DC, mencari pernak-pernik Obama-McCain untuk suvenir juga bukan perkara mudah. Dari sejumlah toko suvenir yang kami masuki, tak ada cinderamata tentang kedua tokoh itu. Yang ada hanyalah pembersih lubang WC berupa boneka Hillary Clinton dan George Bush. Boneka ini dibanderol US$ 22 (Rp 200 ribu).
Suatu ketika kami menemukan kaos Obama di kios kaki lima. Tapi ukurannya L. Tahu sendiri kan ukuran L orang bule, artinya sangaaaaat besar. Akhirnya kami meninggalkan Washington DC tanpa kenangan tentang Obama.
Di kota-kota selanjutnya kami juga tak menemukan pernak-pernik tentang Obama, utamanya poster dan kaos. Kami memang sempat mampir ke kantor kampanye Obama di Pulau Tampa, Orlando, negara bagian Florida.
Meskipun kantor itu merupakan kantor kampanye Obama satu-satunya di Florida, namun jangan kira lantas ada poster raksasa Obama. Tidak ada. Yang ada hanyalah layer warna biru bertuliskan Obama. Sederhana. Di kantor itu kami hanya mendapatkan kenang-kenangan stiker dan pin bertuliskan Obama. Tak lebih.
Di toko buku Powell's -- toko buku terbesar sedunia, terdiri dari gedung berlantai 4 dan seluas satu blok -- di Portland, negara bagian Oregon, kaos dan poster Obama juga tidak terlihat. Yang ada adalah mesin kecil penghitung waktu mundur (countdown) Obama menjadi presiden seharga 11 dolar (Rp 100 ribu). Lalu ada boneka Obama dan kaos putih bertuliskan "VOTE".
Nenden NF dari website www.presidensby.info, sesama peserta IVLP yang dititipi rekannya di Jakarta untuk mencarikan poster Obama, terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Shawn Callanan, interpreter yang menemani perjalanan kami, berjuang keras mencarikan poster Obama di detik-detik terakhir.
Dia menelepon kantor kampanye Obama di Portland. Dari ujung telepon dijawab bahwa tidak ada kaos atau pun poster Obama. Yang ada hanyalah selebaran-selebaran saja.
Mungkin saya dkk memang tidak tahu tempat yang tepat mendapatkan pernak-pernik Obama. Namun yang jelas, Obama memang telah mengangkangi McCain dalam penjualan kaos dan topi bertuliskan namanya.
Foto:
Kantor kampanye Obama di Florida. Sederhana. (nrl/asy)











































