Koordinator FMBPGM Asril kepada wartawan menyatakan, tindakan penganiayaan terjadi Kamis (7/8/2008) sekitar jam 10.00 WIB, ketika mereka mendemo pusat hiburan karaoke Star City yang berada di lantai tiga Buana Plaza, Jl. Aksara Medan.
Saat berorasi, tiba-tiba puluhan pemuda berbadan menghampiri dan menanyakan maksud kedatangan pengunjuk rasa. Namun belum sempat menjawab, salah seorang dari pemuda langsung melakukan pemukulan ke arah wajah seorang pendemo. Pukulan ini langsung disambung dengan pukulan beruntun lainya dari kelompok pemuda tersebut. Karena merasa tidak seimbang belasan mahasiswa pengunjuk rasa kemudian lari menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asril juga mengatakan, keberadaan Star City sudah meresahkan masyarakat. Apa lagi Dinas Pariwisata Kota Medan telah melarang secara resmi Star City beroperasi.
"Kami minta Kapoltabes mengusut kasus penganiayaan ini. Bila tidak, artinya pihak kepolisian mengamini Star City tetap buka dan meresahkan masyarakat," sebut Asril.
ย Hingga Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB, mahasiswa masih menjalani pemeriksaan petugas. (rul/djo)











































