"Capres itu bukan soal umur, karena itu tidak relevan. Yang penting, sejauh mana dia memiliki komitmen dan pengalaman," kata Akbar usai menjadi pembicara seminar di Hotel Grand Candi Semarang, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (7/8/2008).
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menambahkan, capres bisa saja dari golongan tua. Dengan syarat, dia mempunyai visi, kemampuan, integritas, dan aksepsibilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau Anda? "Ya, nanti...," kata Akbar pendek. Dia tampak ragu dan tak meneruskan kata-katanya.
Akbar menyatakan, kepemimpinan nasional merupakan kepemimpinan politik. Tanpa pengalaman politik, tidak mungkin, seseorang bisa dipercaya menjadi pemimpin.
Politisi yang kenyang pengalaman ini menjelaskan, problemnya saat ini, tokoh yang menjadi capres harus melalui parpol. Bisa jadi, parpol tidak siap mengusung tokoh yang punya kriteria memadai, karena persoalan ego.
"Nah, masyarakat harus bisa mendorong parpol agar tokoh-tokoh yang kapabel bisa masuk maju," demikian Akbar Tandjung. (try/djo)











































