Lebih dari 50 dokter, perawat dan teknisi terlibat dalam operasi marathon di Bangabandhu Medical College Hospital di Dhaka, Bangladesh. Operasi itu untuk memisahkan bayi kembar siam berusia 4 bulan, Banya dan Barsha.
Usai operasi yang berlangsung 7 jam, Barsha pergi untuk selamanya pada Rabu, 6 Agustus malam waktu setempat. Demikian disampaikan ahli bedah anak Shafiqul Haq seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para dokter kini hanya bisa berharap agar Banya mampu bertahan hidup. "Kondisi kembar lainnya baik. Dia sedikit demam. Masih terlalu dini untuk memastikan apakah kembar yang selamat itu bebas risiko," kata Haq.
Kedua bayi perempuan itu dempet di bagian perut dan dada dengan kepala dan kaki-tangan terpisah. Ibu mereka, seorang perawat, membawa bayi kembar tersebut ke Dhaka. Mereka dimonitor selama tiga pekan sebelum para dokter memutuskan untuk melakukan operasi. (ita/iy)










































