Selain membawa poster dan spanduk, warga juga menggelar sejumlah orasi. Dalam orasinya, warga mengecam tindakan Polres Langkat yang dinilai sewenang-wenang menahan warga. Â
"Bukan hanya karena penahanan, tapi juga warga di tahanan tidak mendapat perlakuan manusiawi. Buktinya, hari pertama setelah ditahan, warga tidak diberi makan seharian," kata Zulfadli, salah seorang pendemo. Â
Zulfadli juga mengatakan, dari 29 warga yang ditahan Polres Langkat, lima di antaranya telah berumur di atas 60 tahun. Â
"Bahkan Bapak Selamet yang usianya mencapai 67 tahun, saat ini sedang kritis dalam tahanan dan tidak mendapat perawatan memadai," kata Zulfadli. Â
Warga juga mengecam Polres Langkat karena dinilai tidak bertanggungjawab atas kesehatan warga yang ditahan. Â
"Seharusnya kesehatan warga yang ditahan menjadi tangggung jawab polisi. Ini tidak, malah keluarga petani yang dipanggil untuk membawa keluarganya berobat," ujar Zulfadli. Â
Hingga pukul 14.00 warga masih bertahan di halaman Gedung DPRD Sumut. Mereka mengancam akan menginap di gedung DPRD Sumut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
(rul/djo)











































