Selain membawa poster dan spanduk, warga juga menggelar sejumlah orasi. Dalam orasinya, warga mengecam tindakan Polres Langkat yang dinilai sewenang-wenang menahan warga.
"Bukan hanya karena penahanan, tapi juga warga di tahanan tidak mendapat perlakuan manusiawi. Buktinya, hari pertama setelah ditahan, warga tidak diberi makan seharian," kata Zulfadli, salah seorang pendemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan Bapak Selamet yang usianya mencapai 67 tahun, saat ini sedang kritis dalam tahanan dan tidak mendapat perawatan memadai," kata Zulfadli.
Warga juga mengecam Polres Langkat karena dinilai tidak bertanggungjawab atas kesehatan warga yang ditahan.
"Seharusnya kesehatan warga yang ditahan menjadi tangggung jawab polisi. Ini tidak, malah keluarga petani yang dipanggil untuk membawa keluarganya berobat," ujar Zulfadli.
Hingga pukul 14.00 warga masih bertahan di halaman Gedung DPRD Sumut. Mereka mengancam akan menginap di gedung DPRD Sumut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
(rul/djo)










































