Paskah Rancang Skenario untuk Selamatkan Anggota DPR

Paskah Rancang Skenario untuk Selamatkan Anggota DPR

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2008 16:52 WIB
Paskah Rancang Skenario untuk Selamatkan Anggota DPR
Jakarta - Saat menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR pada 1999-2004, Paskah Suzetta pernah mengusulkan skenario untuk menyelamatkan anggota DPR yang menerima kucuran dana BI sebesar Rp 31,5 miliar.

Usulan Paskah adalah merancang skenario agar uang Rp 31,5 miliar itu dikembalikan ke Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI). Hal ini dimaksudkan agar pengusutan secara hukum dihentikan.

Sementara itu Hamka mengusulkan agar dirancang bahwa uang itu hanya sampai di tangan Rusli Simanjuntak saja. Alhasil hanya Rusli seorang yang harus dikembalikan. Kedua, mengupayakan penyelesaian politis, antara BPK dengan BI. Dan ketiga, berusaha agar kasus yang dibeberkan mantan Deputi Gubernur BI Anwar Nasution itu tidak sampai di meja hijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terkuak dari keterangan mantan Kepala Biro Humas Gubernur BI Rizal Anwar Juafara. Rizal .

Hal itu terkuak dari keterangan mantan Kepala Biro Humas BI Rizal Anwar Djafara. Rizal bersaksi dalam sidang kasus aliran dana BI dengan terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2008).

Rizal yang kini menjabat Kepala BI Makassar juga mengungkap tiga pertemuan yang dia hadiri selama kurun waktu Oktober hingga November 2006.

Menurut Rizal, Anthony Zeidra yang saat itu menjadi anggota Komisi IX bertemu Burhanuddin Abdullah atas permintaan rekan Anthony di Komisi IX, Bobby Suhardiman. Kepada Burhanuddin, Bobby mengatakan Anthony Zeidra sedang emosi.

"Bobby sampaikan, sesuai pembicaraan dengan Paskah, agar Burhanuddin menemui Anthony. Permintaan ini muncul karena Anthony merasa dikorbankan, hanya namanya yang muncul ketika BPK lapor ke KPK. Akhirnya, ketemu Anthony dengan Burhanuddin," jelas Rizal.

Saat itu, Anthony menyatakan kecewa dengan Burhanuddin karena tidak becus menangani kasus itu. Anthony pun meminta Burhanuddin untuk mencari jalan keluar. Dalam pertemuan itu, hadir juga sejumlah petinggi BI lainnya, seperti Oey Hoey Tiong, Rusli Simanjuntak dan Lukman Boenjamin.

Pertemuan itu kemudian berlanjut dengan pertemuan kedua di Wisma Nusantara. Kali ini, Lukman Boenjamin mengajak Rizal untuk menemaninya bertemu Anthony Zeidra. Dalam pertemuan itu, Anthony banyak bercerita tentang adiknya.

"Adiknya bilang, kasus itu nggak bisa dihentikan. Lalu Anthony nanti akan sanggah bahwa dia tidak terima uang tersebut karena tidak ada bukti. Dan dia minta KPK untuk menghentikan kasus itu," beber Rizal dalam sidang yang dipimpin hakim Gusrizal ini.

Skenario Dharmawangsa

Pertemuan ketiga digelar di Hotel Dharmawangsa dan dihadiri lagi oleh Rizal dan Lukman yang saat ini menjabat Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI. Hadir pula Hamka Yandhu yang saat itu menjadi anggota Komisi IX.

Hamka sebelumnya mengatakan Paskah mau bertemu dengan Burhanuddin. Di saat yang sama, Paskah juga sedang mengikuti acara di Hotel Dharmawangsa. Paskah minta diatur pertemuannya dengan Burhanuddin.

"Saat kami datang, Paskah tidak ada. Yang ada hanya Hamka dan Bobby. Waktu itu, Hamka menyampaikan jalan keluar yang diusulkan oleh Paskah, agar BI mengembalikan uang Rp 31,5 miliar ke YPPI, supaya BPK menarik laporannya," jelasnya.

Menurut Rizal, ada tiga kesepakatan dalam pertemuan ketiga yang diungkapkan Hamka Yandhu.

"Pertama, skenario Rp 31,5 miliar itu hanya sampai di Rusli saja, tidak sampai ke anggota DPR. Sehingga Rusli yang harus kembalikan. Kedua, saran penyelesaian politis, antara BPK dan BI. Ketiga, perkara ini distop tidak dilanjutkan di pengadilan," beber Rizal.
(fiq/iy)


Berita Terkait