Sopir Bus Maut: Remnya Blong, Saya Jarang Ngebut

Sopir Bus Maut: Remnya Blong, Saya Jarang Ngebut

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2008 15:43 WIB
Sopir Bus Maut: Remnya Blong, Saya Jarang Ngebut
Jakarta - Sopir bus maut Karunia Bakti, Erlan Bin Radin (45) mengaku masih shock. Dia tidak menyangka bus yang disopirinya bisa masuk jurang dan menyebabkan 7 orang tewas.

"Itu pas belokan remnya blong. Kalau dibanting ke kanan bisa lebih parah, banyak kendaraan lain yang melintas," tambahnya saat berbincang dengan detikcom via telepon, Rabu (6/8/2008).

Melalui telepon genggam Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Iskandar, Erlan melanjutkan ceritanya. "Waktu berangkat dari Jakarta semua sudah dicek dan ini padahal KIR nya baru," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria asal Garut berusia 45 tahun ini melanjutkan, saat tiba di belokan Tapal Kuda, Cugenang, Cianjur, tiba-tiba kendaraan tidak bisa mengerem. Dia pun sempat berteriak di dalam bus.

"Penumpang panik dan sempat teriak Allahu Akbar. Saya tabrakan ke jembatan besi, saya kira bisa nyangkut ternyata jadi begini," ujar sopir yang sudah 1 tahun bertugas di PO Karunia Bakti ini.

Erlan pun mengaku bingung, kenapa peristiwa ini bisa terjadi. "Saya jarang ngebut, sekarang saya bingung, bingung sekali," tandasnya.

Pihak PO Karunia Bakti membenarkan Erlan bukan tipe sopir yang suka ngebut. Ia dikenal sebagai sopir 'boyot' alias lambat. (ndr/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini