"Itu pas belokan remnya blong. Kalau dibanting ke kanan bisa lebih parah, banyak kendaraan lain yang melintas," tambahnya saat berbincang dengan detikcom via telepon, Rabu (6/8/2008).
Melalui telepon genggam Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Iskandar, Erlan melanjutkan ceritanya. "Waktu berangkat dari Jakarta semua sudah dicek dan ini padahal KIR nya baru," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penumpang panik dan sempat teriak Allahu Akbar. Saya tabrakan ke jembatan besi, saya kira bisa nyangkut ternyata jadi begini," ujar sopir yang sudah 1 tahun bertugas di PO Karunia Bakti ini.
Erlan pun mengaku bingung, kenapa peristiwa ini bisa terjadi. "Saya jarang ngebut, sekarang saya bingung, bingung sekali," tandasnya.
Pihak PO Karunia Bakti membenarkan Erlan bukan tipe sopir yang suka ngebut. Ia dikenal sebagai sopir 'boyot' alias lambat. (ndr/iy)










































