Hal tersebut disampaikan Ba'asyir kepada wartawan di kediamannya di kompleks Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Rabu (6/8/2008) pagi. Menurutnya organisasi yang akan menganut tuntunan sunah Nabi yang sebenarnya, yaitu seorang amir (pimpinan tertinggi) adalah pengambil keputusan tunggal.
"Sesuai sunah Nabi SAW, sebuah organisasi harus menganut konsep al-jamaah wal imamah. Para anggotanya bisa sekedar memberikan masukan, sedangkan pengambil keputusan tunggal ada di tangan amir. Selanjutnya semua anggota harus patuh dengan keputusan itu," papar Ba'asyir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya paling lambat 17 Ramadhan nanti, organisasi itu baru itu sudah akan dideklarasikan. Yang bergabung di dalam organisasi itu adalah para aktifis muslim dan juga para mantan anggota MMI yang telah menyadari bahwa sistem organisasi yang diterapkan MMI telah melenceng dari sunah Nabi.
"Saat ini sedang dilakukan pertemuan-pertemuan intensif untuk pembentukan organisasi baru itu. Namanya juga sedang ditimbang-timbang. Di antara alternatif nama yang sudah muncul adalah Jamaah Anshorullah, Jamaah Anshorussunah, Jamaah Muslimin Anshorullah, Jamaah Anshoruttauhid dan lain-lainnya," kata Ba'asyir. (mbr/djo)











































