Celana Melorot yang Bikin Sensi

Laporan dari AS

Celana Melorot yang Bikin Sensi

- detikNews
Rabu, 06 Agu 2008 08:53 WIB
Celana Melorot yang Bikin Sensi
Indianapolis - Sopir taksi asal Somalia itu mengingatkan kami yang baru tiba di Indianapolis, ibukota negara bagian Indiana, AS, untuk tidak keluar malam jauh-jauh. Sebab sedang ada Black Party.

"Jangan bawa dompet atau paspor," ujarnya saat membawa kami dari bandara menuju hotel di pusat kota, 19 Juli 2008 lalu.

Pesta kaum kulit hitam terbesar se-AS yang bernama resmi Black Expo Summer Celebration ini, menurut pak sopir, dikhawatirkan akan diwarnai pesta alkohol sehingga bisa memicu tindak kriminalitas. Bisa berabe kan kalau kami, peserta International Visitor Leadership Program on Cyber Journalism, jadi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benar saja. Saat tiba di hotel, jalanan dipenuhi oleh orang berkulit hitam dengan dandanan model mutakhir. Semuanya anak-anak muda.

Yang cewek, gendut atau langsing, memakai baju serba ketat, supermini, warna genjreng, dan sepatu berhak tinggi. Beberapa di antaranya menjinjing sepatu hak tingginya karena terlalu lelah berjalan jauh.

Dandanan si cowok tak kalah provokatif. Nyaris semuanya bergaya hip hop, baju serba kedodoran. Dan ini yang paling mencolok, banyak di antaranya yang bergaya 'celana melorot'.

Gaya yang juga ngetren di Indonesia ini adalah dengan melorotkan celana panjang sehingga memperlihatkan celana dalam atau celana boxer si pemakai. Ada juga yang memperlihatkan belahan bokong mereka. Ada juga yang memelorotkan celana panjang mereka serendah mungkin sehingga si pemakai mesti memegangi celananya itu agar tidak lepas.

Jelas ini tren yang aneh. Baju tak nyaman kok ya dipakai. Tapi begitulah anak muda. Meski tidak nyaman, tapi kan gaya.

Sepanjang malam itu, sembari makan malam di trotoar sebuah restoran Italia, beberapa langkah dari hotel, kami disuguhi tontonan gratis yaitu para pemuda-pemudi kulit hitam dengan dandanan seru yang lalu lalang tanpa henti. Termasuk celana melorot itu.

Sementara itu, polisi berjaga-jaga di setiap perempatan jalan. Ada yang berpatroli dengan naik kuda dan sepeda untuk menjaga keamanan. Pesta ini berlangsung hingga dinihari. Malam itu, warga kulit putih seolah tertelan oleh warga kulit hitam.

Bikin Sensi

Kembali ke kisah celana melorot. Tren tersebut sebetulnya cukup meresahkan banyak pemuka kota di AS. Pada pertengahan Agustus 2007 lalu misalnya, anggota Dewan Kota Atlanta mengusulkan perda yang melarang pemakaian celana melorot karena dianggap tidak senonoh.

Pada Juli 2008, komandan polisi di Kota Flint, negara bagian Michigan, memerintahkan anak buahnya menangkap mereka yang memakai celana melorot karena dianggap sebagai "ekspresi diri yang imoral". Para pemakai celana melorot wajib menaikkan celana mereka atau kena denda atau pun dipenjara.

"Mereka (pemakai celana melorot) menyebutnya itu hanya iseng saja," ujar Komandan Polisi Flint, David Dicks, pada Detroit Free Press.

"Namun saya percaya bahwa itu adalah gangguan nasional," tandasnya.

Polisi setempat telah melakukan razia celana melorot namun belum melakukan penangkapan.

Aparat Kota Lynwood, kota kecil di selatan Chicago, juga menerapkan denda US$ 25 (Rp 225 ribu) bagi orang memelorotkan celananya 8 cm atau lebih.

Anggota Dewan Kota Dallas baru-baru ini juga mengusulkan adanya perda yang melarang tren anak muda itu. "Itu adalah cara berpakaian di depan umum yang tidak pantas," ujar Walikota Don Hill.

Sementara Kota Delcambre di negara bagian Louisiana sudah meluluskan perda yang melarang model celana melorot.

"Pakailah celana dengan baik. Tutupi bagian vitalmu. Maksud saya, bila Anda memamerkan bagian-bagian privat, Anda akan didenda. Bila Anda berjalan dan celana Anda melorot, Anda didenda," kata Walikota Carol Broussard pada The Daily Advertiser. Denda yang diberikan mencapai US$ 500 (sekitar Rp 4,5 juta) atau penjara 6 bulan.

Di Florida, celana melorot ini membuat sensi John Constantin. Pria 54 tahun itu menembak perut David Mitchell (18) karena ogah-ogahan menaikkan celana melorotnya. (nrl/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads