Menurut Fadjroel, Tingkat pendidikan hanya merupakan alat bantu untuk pengambilan keputusan seorang pemimpin. Kualitas dan visi pemimpin itu yang seharusnya dinilai.
"Menarik mengenai soal tingkat pendidikan menurut saya. Saya tidak menolak itu. Ideal tapi soal pendidikan tidak harus menjadi syarat bagi capres," kata Fadjroel Rahman kepada detikcom, Selasa (5/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fajroel setengah bercanda mencurigai sikap PKS yang terus menambah daftar syarat bagi capres-nya. "Jangan-jangan Tifatul menambah syarat lagi. Selain Doktor harus jenderal dan pernah jadi presiden. Jangan-jangan yang ditunjuk PKS adalah SBY lagi," ujar salah satu capres
Fadjroel mengatakan, seorang pemimpin harus mempunyai 5 syarat yakni memberikan visi pemimpin itu, memberdayakan, memotivasi, mengeksekusi dan kalau tahu saat mundur, harus mundur. Kemampuan akademis hanya memberikan kesempatan untuk pengambilan keputusan seorang pemimpin.
"Itu hanya penetapan dalam ilmu disiplinnya. Lihat saja Bung Karno lulus S1, Bung Hatta, Syahrir bahkan tidak lulus, dan Gus Dur. Tetapi perjuangan mereka bagaimana dalam memimpin," imbuhnya.
Karena itu, lanjut Fadjroel, biar masyarakat yang memilih bagaimana pemimpin yang baik. "Saya sih, lepaskan saja nanti ke masyarakat yang akan menilai. Ini pemilihan langsung. Kualitas pemimpin itu yang akan terlihat," ungkapnya. (gus/iy)











































