"Capres, saya kira cukup mampu membaca dan menulis. Kalau dipatok dengan pendidikan, SMA lebih realistis. Gelar PhD itu kan gelar akademik, bukan gelar kepemimpinan," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Selasa ( 5/8/2008).
Qodari mengatakan, titel PhD juga tidak menjamin kepopuleran seorang capres. "Capres PhD yang tidak dikenal masyarakat akan kalah populer dengan capres yang hanya lulusan SMA yang dikenal masyarakat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi harus hati-hati karena tingginya pendidikan tidak menjamin seseorang mempunyai kemampuan memimpin. Saya kenal dengan banyak orang yang bergelar SI tetapi kemampuan memimpin organisasi lebih baik dengan orang yang bergelar S3. Orang yang berpendidikan SMA juga lebih punya wawasan yang luas ketimbang orang yang bergelar S3 sekalipun," papar Qodari.
Apa ini upaya menjegal Mega yang hanya tamatan SMA? "Nggak usah ditanggapi itu. Sesuai UU Pilpres, lebih baik parpol yang mengajukan capres bicara yang substansial, soal koalisi, kontrak politik, kampanye. Ini menunjukkan kedewasaan berpolitik juga," sahut Qodari. (aan/djo)











































