Pengamat politik dan peneliti CSIS Indra Jaya Piliang mengkritisi kondisi tersebut. Ia memilih menjadi caleg terlebih dulu. Ia lantas mengimbau sejumlah tokoh mengikuti jejaknya.
"Ini juga pesan bagi capres lain seperti Fadjroel (Fadjroel Rachman) dan Celi (Rizal Mallarangeng), ya secepatnya masuk parlemen. Jangan tiba-tiba hanya mengandalkan popular vote, basis-basis popularitas. Tetapi juga basis elektoral. Nanti bisa-bisa kita mendapat president by iklan, by popularity," kata Indra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Indra yang akan berlaga dalam Pemilu 2009 ini tidak memaksa kalangan pengamat dan aktivis harus menekuni politik praktis. Hal itu dinilainya menjadi kebebasan masing-masing.
"Kalau saya sih, saya bersedia menjadi eksperimen, jadi kelinci percobaan. Biar saja kalau memang harus ke tempat yang katanya sangat menakutkan sekalipun. Karena tidak semua orang berani," ujarnya.
Indra pun mengaku tidak takut jika nantinya terpaksa memiliki banyak musuh. Dia akan berusaha total di politik sebagai jalan hidupnya
"Saya merasa umur saya yang 36 tahun sudah tua sekali jika hanya sebagai pengamat. Biarlah nanti analis-analis baru muncul," tandasnya.
Indra akan mengumumkan perubahan statusnya dari pengamat politik menjadi politisi pada Rabu 6 Agustus 2008 di Auditorium Universitas Paramadina, Jakarta. Dia mengaku telah terdaftar sebagai caleg dari daerah pemilihan Sumatera Barat II yang diusung salah satu parpol. (fiq/iy)










































