PDIP: Kenapa Nggak Profesor Sekalian?

Capres PhD

PDIP: Kenapa Nggak Profesor Sekalian?

- detikNews
Selasa, 05 Agu 2008 09:00 WIB
PDIP: Kenapa Nggak Profesor Sekalian?
Jakarta - PDIP menanggapi negatif syarat titel PhD yang diwajibkan PKS untuk maju capres 2009. Partai berlambang banteng moncong putih itu menilai syarat itu tidak realistis.

"Syarat ini menjadi tidak realistis melihat kondisi pendidikan bangsa ini yang 60 persen baru sampai tingkat SMA," kata Sekjen PDIP Pramono Anung saat berbincang dengan detikcom, Selasa (5/8/2008).

Menurut pria yang akrab disapa Pram ini, syarat-syarat capres sudah sangat jelas tercantum dalam konstitusi. Itu sebabnya, lanjut dia, hendaknya partai politik ikut konstitusi yang ada saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Syarat capres sudah ada dalam konstitusi. Kalau begitu, kenapa nggak profesor saja sekalian. Dalam berpolitik, kita ikut konstitusi saja," ujarnya.

Apakah ada korelasinya antara pendidikan dan kepemimpinan? "Nggak ada. Tidak ada kaitannya antara latar belakang pendidikan dengan kemampuan memimpin. Banyak pemimpin bangsa ini dahulu yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan tinggi. PhD itu kan hanya gelar akademik, bukan jabatan politik," jelas Pram.

"Syarat-syarat seperti itu selalu mengada-ada, untuk mencari popularitas," tandasnya. (lrn/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads