"Kalau itu (syarat) resmi, ya berlebihan, mengada-ada," kata pengamat politik Andrinof Chaniago saat dihubungi detikcom, Selasa (5/8/2008).
Menurut Adrinof, syarat baru yang ditetapkan PKS tersebut merendahkan kepemimpinan seseorang yang belum meraih gelar PhD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrinof menilai, tidak ada korelasi antara tingginya pendidikan dan kemampuan untuk memimpin. "Nggak ada korelasi. Kalau ada pun tidak mutlak," ujarnya.
Apakah syarat PhD capres hanya untuk membuat sensasi dan menaikkan citra partai menjelang Pemilu 2009? "Bisa jadi, itu hanya memancing perdebatan saja," tandasnya.
PKS menetapkan syarat Capres anyarnya ini di sela-sela kampanye pasangan Taufikurahman-Abu Syauqi, calon untuk Pilwalkot Bandung di Lapangan Gasibu, Jl Diponegoro, Bandung, Jawa Barat pada Senin 2 Agustus. (lrn/fiq)











































