CIFA dibentuk Pentagon pada Februari 2002 lalu untuk mengatasi kemungkinan serangan terhadap fasilitas militer AS. Tugasnya antara lain meningkatkan 'analisis gangguan domestik dan penilaian risiko' untuk memberi perlindungan terhadap kekuatan pasukan dan instalasi militer.
Pada tahun 2005, kalangan penegak hukum dan pembela kebebasan hak-hak sipil memprotes keberadaan lembaga ini. CIFA telah mengumpulkan dan mengawasi segala hal tentang aktivis anti perang, antara lain kalangan Quakers. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (5/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu menyebutkan, hasil tinjauan Pentagon menganggap fungsi CIFA bisa ditangani lebih efektif oleh agen lainnya.
Dalam pernyataan resminya, Pentagon menyebut tanggung jawab dari CIFA akan melebur dengan Agen Intelijen Pertahanan atau Defense Intelligence Agency (DIA). Badan ini dipimpin oleh Mayor Jenderal Theodore Nicholas.
"Penunjukan CIFA sebagai unit kerja penegakan hukum tidak berpindah setelah bergabung dengan DIA. Pusat baru ini tidak memiliki fungsi penegakan hukum," sebut Pentagon seperti diberitakan AFP. (fiq/fiq)











































