Hidayat & Sultan HB X Jadi Bibit Unggul Cawapres

Hidayat & Sultan HB X Jadi Bibit Unggul Cawapres

- detikNews
Senin, 04 Agu 2008 18:57 WIB
Hidayat & Sultan HB X Jadi Bibit Unggul Cawapres
Jakarta - Jika capres favorit masih SBY–Mega, cawapres favorit ternyata jatuh pada figur Hidayat Nurwahid dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Keduanya dianggap masyarat paling cocok menjadi cawapres dengan pasangan siapapun.

"Tokoh yang paling populer dalam persepsi masyarakat adalah Hidayat Nurwahid dengan 17,99 persen. Disusul Sri Sultan 15,19 persen dan JK 14,23 persen," kata peneliti senior Reform Institute Kholid Novianto dalam konpers di Hotel Grand Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2008).

Menurut Kholid, peningkatan pesat dialami oleh Hidayat Nurwahid. Sebelumnya, dalam survey Reform Institute pada Februari-Maret 2008. Hidayat hanya memperoleh 2,1 persen. Sementara yang turun adalah JK yang dulu memperoleh dukungan publik 15,4 persen menjadi 14,23 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pararel itu turunnya popularitas SBY dan JK masing-masing sebagai capres dan cawapres. Sementara yang naik drastis itu Hidayat Nurwahid," terang Novianto.

Menurut Novianto, masyarakat memilih figur yang cawapres yang ada didasrkan pada kesamaan agama sebesar 33,76 persen. Sementara yeng mengikuti anjuran tokoh 28,51 persen. Sementara alas an memilih berdasarkan partai pendukung sebesar 28,13 persen.

"Kesamaan agama menjadi alasan yang terkuat dalam memilih capres dan cawapres itu terbesar. Dilanjutkan anjuran tokoh yang memiliki pengaruh kuat," terang kholid.

Urutan hasil survey tertinggi cawapres adalah Hidayat Nurwahid 17,99 persen. Disusul Sri Sultan HB X (15,19 persen), Jusuf Kalla (14,23 persen), Wiranto (12,02), Prabowo (8,41 persen), Sutiyoso (7,01 persen), sedangkan Sutrisno Bachir hanya 5,53 persen. Lainnya dibawah 5 persen seperti Akbar Tanjung, Din Syamsuddin dan Agung Laksono.

Survey dilakukan bulan Juni-Juli di seluruh Indonesia. Jumlah sampelnya 2.519 orang dengan margin error 1,95 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Metodenya dengan wawancara tatap muka dengan responden yang proporsional laki-laki perempuan dan proporsional jumlah penduduk. (gah/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads