Hal tersebut diungkapkan Sutiyoso saat berbicara dalam Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Kampus Universitas Islam Indonesia, Jl Kaliurang KM 14,5, Yogyakarta, Senin (4/8/2008).
Sutiyoso mengungkapkan, nama Joko tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Banyak cerdik pandai di negeri ini yang memiliki nama itu. Sebut saja Prof Joko Santoso yang juga rektor Institut Tekhnologi Bandung (ITB). Tapi anehnya, sambung Sutiyoso, pemerintah lebih percaya pada Joko Suprapto untuk menangani proyek besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lainnya yang juga dianggap Sutiyoso sebagai dagelan adalah banyaknya artis yang terjun ke dalam kancah pilkada. Pria yang siap menjadi capres 2009 ini menyebut sejumlah nama seperti Primus, Saiful Jamil dan Dewi Yull.
"Sekarang yang saya dengar Dewi Persik mau njago (maju) di Semarang. Kalau benar rektor Undip sekarang bisa ngajak rapat tiap hari," kata sutiyoso sambil tertawa.
Sutiyoso berharap, berbagai 'dagelan' itu tidak merembet pada Pilpres 2009. Menurutnya, warga Indonesia harus lebih serius dalam memilih pemimpin nasional.
"Yang nasional jangan dikorbankan. Memilih pemimpin nasional itu sekali dalam 5 tahun. Kalau kita salah memilih, kecewanya sampai 5 tahun," pungkas Sutiyoso. (bgs/djo)










































