Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Polisi Gories Mere usai membuka Asian Youth Congress (AYC) untuk penanggulangan narkoba di hotel Inna Putri, Nusa Dua, Bali, Senin (4/8/2008).
Gories mengatakan mudahnya mendapatkan bahan pembuat narkoba karena longgarnya aturan import prekusor ke Indonesia.
Dia meminta aturan tersebut diperketat dengan tidak hanya melihat aspek ekonominya saja. Perizinan untuk prekursor farmasi selama ini diatur oleh Departemen Kesehatan. Menurutnya, BNN dan Polri selama ini hanya terlibat perijinan eksport import prekursor non farmasi.
Penyebab lain mudahnya membuat narkoba karena masyarakat bisa mendapatkan panduan pembuatan narkoba dari situs internet secara bebas. "Faktor lainnya karena permintaan dari kalangan remaja sangat tinggi," demikian Gories.
(gds/djo)











































