"Kita menganggarkan Rp 2,5 miliar, tapi itu sifatnya dicadangkan. Kalau perlu dipakai, kalau tidak, ya tidak. Itu punya negara," ujar ketua Pansus Angket BBM Zulkifli Hasan usai rapat Pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2008).
Menurut Zul, anggaran sebesar ini diperlukan terutama untuk biaya investigasi ke lapangan. "Kalau sewaktu-waktu tim perlu berkunjung tapi tidak ada anggarannya kan jadi rame. Kita tidak bisa kerja," ungkap politisi PAN ini.
Dalam rapat pansus tersebut, Zul juga menyampaikan Pansus akan meminta BPK melakukan audit investigatif atas 4 hal yaitu produksi minyak, distribusi, proses ekspor dan impor serta kontrak karya.
"Sementara tidak usah banyak-banyak, karena kalau terlalu banyak nanti keluarnya lama. Bisa-bisa baru akhir 2009," pungkas Zul.
(rdf/gah)











































