"Ibu mariyah sendiri kan orang Aceh. Beliau menjadi salah satu panitia pemekaran Aceh, sementara rencana pemekaran itu sendiri tidak disetujui oleh pemerintah," kata asisten Marliah.
Hal itu dikatakan Handra ketika menemani detikcom melihat-lihat bekas insiden peluru itu di Lantai 11 Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra beralasan, jika peluru tersebut berasal dari lapangan tembak, seharusnya tidak mengarah ke gedung DPR. "Arah tembak tersebut harusnya lebih sering ke arah SMA 24 atau ke Gramedia," kata Hendra.
Pantaun detikcom, bekas lubang peluru di kaca ruang kerja Marliah masih menganga. Setelah menembus kaca, peluru itu menembus dinding. Lubang di kaca lebih rendah dibandingkan di dinding, sehingga menimbulkan spekulasi peluru itu ditembakkan dari arah bawah.
(irw/iy)











































