Selain itu, JK juga mengatakan bahwa lembaga penelitian seharusnya memberikan optimisme. Kritik boleh-boleh saja, tapi kata JK, lembaga penelitian juga harus juga menawarkan solusi.
Hal ini diungkapkan JK saat membuka LIPI Expo dan peluncuran buku "Beranda Perdamaian, Aceh 3 Tahun Pasca MoU Helsinki" yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Hotel Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (4/08/2008).
"Penelitian harus memberi kita optimisme, dan memberi jalan keluarnya," tutur JK di depan sekitar 500 orang peserta LIPI Expo.
Lebih lanjut JK mengungkapkan bahwa penelitian yang baik adalah penelitian yang menghasilkan produk yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat. "Buat apa baik, tapi mahal. Tidak bisa terjangkau. Yang baik adalah yang murah dan cepat," ucap JK.
JK juga mengkritik banyaknya lembaga penelitian di Indonesia yang bak museum. Lembaga seperti ini, menurut JK, bukannya melihat Indonesia ke depan, tapi kembali ke masa lalu.
"Penelitian itu untuk melihat ke depan. Merancang bangsa 100 tahun ke depan. Penelitian bukan seperti museum, yang memperingati masa lalu. Banyak lembaga penelitian di Indonesia yang seperti museum," tutur dia.
JK mencontohkan, suatu waktu ia mengunjungi sebuah lembaga penelitian di sebuah daerah. Dia diperlihatkan maket sebuah bangunan yang dirancang pada tahun 50-an. "Kita memang perlu memahami filosofi dasar apa itu riset," kata JK. (gun/asy)











































