Gambar SBY di Jembatan Ampera Diturunkan

Gambar SBY di Jembatan Ampera Diturunkan

- detikNews
Senin, 04 Agu 2008 11:39 WIB
Gambar SBY di Jembatan Ampera Diturunkan
Palembang - Baliho bergambar Presiden SBY yang terpampang megah di Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) diturunkan. Diduga, hal ini disebabkan desakan sejumlah politisi setempat.

Dalam gambar yang terdapat dalam baliho Visit Musi Year 2008 itu, SBY didampingi istrinya, Gubernur Sumsel Syharial Oesman (2003-2008) dan walikota Palembang Eddy Santana Putra (2003-2008). Namun sejak Sabtu 02 Agustus malam, baliho itu tidak dapat dilihat lagi.

Kenapa diturunkan? Ternyata tidak ada kaitannya dengan SBY. Kemungkinan besar lantaran adanya desakan dari berbagai kalangan politisi. Sebab pada baliho yang dipasang sejak 10 bulan lalu itu ada gambar Syahrial Oesman, yang merupakan calon gubernur Sumsel 2008-2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan, berdasarkan catatan, keberadaan baliho itu sejak 6 bulan lalu sudah dipersoalkan banyak pihak. Selain para politisi menuntut diturunkan, juga sejumlah kelompok mahasiswa melakukan aksi agar baliho itu diturunkan. Meskipun bernuansa politis, tapi mereka memberi alasan pemasangan baliho mengurangi keindahan jembatan Ampera.

Puncaknya, sebulan lalu, Panwaslu Sumsel melayangkan surat kepada Pemkot Palembang agar segera menurunkan baliho itu.

Menurut Ketua Panwaslu Sumsel, Ruslan Ismail, penurunan baliho itu karena yang bersangkutan (Syahrial Oesman) sudah mengundurkan diri. "Jadi baliho yang ada foto, baik berisi pesan moral dan sebagainya dari incumbent," kata Ruslan beberapa waktu lalu.

Sementara Pemerintah Palembang melalui Kepala Dinas Tata Kota Palembang, Ucok Hidayat, yang dihubungi pers, Senin (04/08/2008), mengatakan penurunan baliho sesuai dengan tuntutan masyarakat Palembang. Untuk sementara, space-nya akan dikosongkan dan belum dipikirkan penggantinya.Β  "Nanti akan kita pikirkan dan dibicarakan lagi," katanya.

Menanggapi penurunan baliho ini, masyarakat Palembang menanggapinya secara beragam, ada yang senang dan ada yang juga kecewa. "Keuntungannya jembatan Ampera dapat dilihat secara utuh, tapi promosi Visit Musi 2008 sedikit berkurang. Ya, beginilah kalau semua hal diukur melalui politik," kata Kasim, pedagang kain yang berada di Pasar 16 Ilir Palembang. (tw/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads