"Dari hasil otopsi yang ditemukan, semuanya tewas karena dugaan makanan yang dikonsumsi bersamaan," ujar dr. Noorman Herryadi S. Pf., SH. yang memimpin langsung proses otopsi, saat ditemui di ruang pemulasaran jenazah RS Hasan Sadikin, Bandung, Minggu (3/8/2008).
Keenam mayat sebelumnya diperiksa di RSUD dr. Slamet, Garut, untuk dilakukan pemeriksaan awal, lalu dirujuk ke RSHS Bandung untuk dilakukan otopsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kejelasan racun yang mengakibatkan tewasnya keenam korban, pihak rumah sakit belum bisa memberikan keterangan.
"Masih harus tunggu hasil dari toxicologi. Dan ini paling lambat 2-3 hari kedepan," ujar Noorman.
Keenam korban tersebut, Aca (30), warga Kampung Pangauban, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Apid (42), warga Kampung Singkup, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Tatang (22), warga Kampung Singkup, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Latif (22), warga Kampung Singkup, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Ahmad (50) warga Kampung Warubengkung Desa Kadongdong Kecamatan Banjarwangi, Ade Imanudin (40), warga Kampung Cilimus, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan. (lom/anw)











































