Pendiri Fakultas Pendidikan UKM Asal Indonesia Wafat

Laporan dari Malaysia

Pendiri Fakultas Pendidikan UKM Asal Indonesia Wafat

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2008 22:12 WIB
Kuala Lumpur - Selain baru saja kehilangan tokoh bangsa Bang Imad, Indonesia juga baru saja kehilangan seorang lagi putra bangsa yang turut mengharumkan citra dan martabat Indonesia di dunia internasional.

Adalah Prof Hasan Langgulung (73), seorang pakar pendidikan Islam asal Sulawesi Selatan meninggal dunia di Kuala Lumpur pada Sabtu 2 Agustus 2008 Pukul 19.47 waktu setempat.

Mungkin tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal beliau, kecuali para penggiat dunia pendidikan terutama pendidikan Islam. Sebab, tokoh yang pernah menjadi guru SMP bagi Wapres Jusuf Kalla tersebut menghabiskan separuh hidupnya di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan Langgulung lahir pada 16 Oktober 1934 di kabupaten Sidenreng, Rappang, Sulawesi Selatan. Setelah menamatkan pendidikan S1 di Kairo, Mesir, Hasan lalu melanjutkan pendidikan S2 dan S2-nya di Amerika Serikat hingga lulus 1971.

Saat negeri jiran Malaysia baru saja menginjak usia kemerdekaan ke-14 pada 30 tahun lalu, pemerintah Malaysia bergiat membangun negaranya terutama dari sisi pendidikan. Saat itu banyak putra-putra pilihan dari Indonesia yang diundang pemerintah Malaysia untuk ikut serta membangun negeri tersebut. Hasan termasuk salah satu putra pilihan tersebut.

Salah satu jasa yang disumbangkan Hasan di Malaysia adalah Fakultas Pendidikan di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Univeristas Islam Internasional Malaysia.

"Beliau adalah penggagas dan pendiri Fakultas Pendidikan di UKM tahun 1972. Selesai di UKM, beliau lalu berpindah dan mendirikan Fakultas Pendidikan di IIUM tahun 1980-an. Jadi sebenarnya kalau ditanya siapa bapak pendidikan di Malaysia, mungkin beliaulah orang nya," ujar Atase Pendidikan KBRI di Kuala Lumpur Imran Hanafi saat berbicang-bincang dengan detikcom, Minggu (3/8/2008).

Bahkan Imran menceritakan, meski lama hidup di Malaysia, hingga akhir hidupnya Hasan masih teguh memegang kewarganegaraan Indonesia. "Beliau masih WNI dan sangat mencintai Indonesia," ujarnya.

Hasan meninggal dunia karena penyakit stroke dan dimakamkan di Taman Pemakaman Sentul, Kuala Lumpur. Dalam upacara pemakaman, seluruh pejabat KBRI, perwakilan dari kerajaan Malaysia, dan rektor IIUM ikut menghadiri. Sejumlah petinggi politik UMNO dan PAS turut mengucapkan bela sungkawa. Bahkan sebagai penghormatan, wapres JK mengutus utusan khusus untuk menghadiri upacara pemakaman Hasan.

Ketua Umum PPI Malaysia Irfan Syuqie Beik mengatakan, berencana mengajukan surat kepada rektor IIUM untuk mengganti nama fakultas pendidikan di universitasnya menjadi Hasan Langgulung Institute of Education IIUM.

"Hal yang wajar karena beliulah pendirinya dan hingga akhir hayatnya masih tercatat sebagai WNI dan profesor di IIUM. Apalagi Jasa beliau sangat besar dalam memajukan pendidikan di Malaysia. Kami juga meminta pemerintah malaysia memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum," cetusnya.

Selain kepada rektor IIUM, Irfan mengatakan, rencananya surat tersebut juga akan ditembuskan kepada wapres JK, Dubes RI di Malaysia dan atase pendidikan KBRI.

"Beliau salah satu dari sedikit emas Indonesia di negara orang. Teladan buat kita semua. Bagaimana seorang anak bangsa bisa berkiprah di dunia internasional," pungkasnya.

selama hidupnya, Hasan telah menulis 32 buku mengenai pendidikan dalam berbagai bahasa antara lain Inggris, Indonesia, dan Melayu. Bahkan beberapa di antaranya diterjemahkan kembali ke dalam bahasa lain seperti Filipina.

Selain Hasan, Imran menyebutkan sedikitnya masih ada dua putra bangsa Indonesia yang ikut berperan dalam pembangunan pendidikan di Malaysia. Mereka adalah Prof Tjia Kok Tjiang, pendiri Fakultas Geologi dan Prof Sadono Sukirno pendiri Fakultas Ekonomi di Universitas Malaysia. (rmd/anw)


Berita Terkait