Bang Yos Tak Takut Diserang Black Campaign

Bang Yos Tak Takut Diserang Black Campaign

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2008 18:43 WIB
Bang Yos Tak Takut Diserang Black Campaign
Yogyakarta - Sutiyoso alias Bang Yos tetap akan maju dalam pemilihan presiden 2009. Dia mengaku tidak takut dengan ancaman black campaign yang akan dilakukan lawan-lawan politiknya.

"Black campaign itu wajar saja. Kalau akan ada black campaign ya harus siap. Itu wajar saja," kata Sutiyoso kepada wartawan di Hotel Jogjakarta Plaza Jl Affandi, Mrican Yogyakarta, Minggu (3/8/2008).

Bang Yos pun langsung menebak, black campaign yang bakal digunakan untuk menyerang dirinya pasti Kasus Kerusuhan 27 Juli 1996. Kasus kudatuli itu pasti akan didramatisir, padahal semuanya sudah selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sederhana saja, kalau mau diungkit silakan saja. Bu Mega tahu semua masalah yang sebenarnya," katanya.

Menurut dia, dalam pemilihan presiden 2009 nanti, dirinya tidak mau saling merendahkan atau meremehkan calon lainnya. Semua calon adalah sama beratnya.

Dia juga tidak setuju adanya dikotomi calon muda dengan calon tua, TNI dengan sipil, laki-laki dengan perempuan, Jawa atau non Jawa. Figur yang dibutuhkan untuk memimpin negara ini untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia adalah pemimpin yang berani, berpengalaman dan tidak plin-plan.

"Dikotomi seperti itu, sama saja buang-buang waktu. Di negara lain itu tak masalah. Buktinya AS saat dipimpin Ronald Reagan padahal dia berumur 70 tahun saat jadi presiden. Ya sukses. Kemudian Samak di Thailand dia juga bisa. Dia itu sohib saya saat jadi gubernur Bangkok," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut dia, kalau di militer figur pemimpin pasti akan muncul di usia tua atau saat dia sudah jadi purnawirawan. Namun selama meniti karir di militer, militer sudah teruji karena mulai melatih kepemimpinan dari awal saat berpangkat letnan yang masih memimpin 30 orang hingga berpangkat jenderal.

"Saya jadi gubernur setelah 29 tahun di militer. Itu beda dengan sipil, misalnya jadi ketua partai saat masih muda. Karena menang pemilu kemudian naik jadi menteri hingga presiden. Saya tidak sepaham dengan dikotomi itu," kata dia.

Dia menambahkan dirinya sampai sekarang belum melirik partai-partai besar, karena mereka sudah punya calon sendiri untuk maju. Seperti PDIP pasti yang maju ketua umumnya sendiri, Bu Mega. Demikian pula dengan Golkar, pasti Pak Jusuf Kalla yang akan maju.

"Kalau saya sekarang ini masih jalur independen. Meski ada beberapa partai yang lolos verifikasi KPU sudah ada yang melirik. Tapi kalau saya sebutkan mereka pasti mengelak takut jualan tidak laku pada calon lain," kata Bang Yos tanpa bersedia menyebutkan partai yang bakal jadi tunggangannya nanti. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads