Peserta yang kesal seusai mengikuti acara jalan sehat dan sepeda santai 'Mubeng UPN' untuk memperingati 50 tahun berdirinya UPN itu merusak panggung, tenda dan membakar kursi. Mereka merusak panggung saat acara pembagian door prize.
Para peserta yang berasal baik dari Yogyakarta maupun luar kota merasa kecewa terhadap panitia penyelenggara, Chic Production. Berbagai hadiah yang dijanjikan seperti yang tersebar dalam brosur dan pamflet seperti 1 buah mobil, 3 sepeda motor, 12 ekor sapi, 2 laptop dan ratusan hadiah lainnya tidak ada saat pengundian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, para peserta sebenarnya sangat antusias mengikuti acara itu. Buktinya tidak hanya peserta dari Yogyakarta saja, tapi juga dari Solo, Pati, Magelang, Temanggung, dan lain-lain. Mereka berdatangan sejak pagi menggunakan truk dan bis carteran untuk mengangkut sepeda dan peserta.
Akibat kekisruhan itu, peserta yang kecewa menuntut panitia agar uang pendaftaran sebanyak Rp
25 ribu/orang dikembalikan. Panitia dari Chic Production yang didesak peserta pun tidak bisa berbuat banyak. Mereka beralasan mobil yang dijanjikan untuk hadiah masih indent (dipesan) di dealer mobil. Sedangkan sapi masih dititipkan di kandang penjualnya.
Namun kekisruhan itu akhirnya berhasil diredam oleh aparat Polsek Depok Timur dan Polres Sleman. Menurut Kepala Kepolisian Seltor Depok Timur AKP Tubagus Faisal, panitia penyelenggara tidak mengantongi izin keramaian.
"Jangankan izin, surat pemberitahuan kepada kami saja tidak ada. Kami masih meminta keterangan ketua panitia," kata Faisal. (bgs/asy)











































