Tewasnya 6 pekerja itu diketahui pertama kali ketika mandor proyek pembangunan, Ajang (35), membangunkan mereka pukul 07.00 WIB. Seperti malam biasanya, saat itu mereka tidur di bawah tenda terpal.
"Pada saat saya bangunkan, mereka semua sudah meninggal, padahal kemarin terakhir ketemu dengan saya, mereka sehat ", ujar Ajang.
Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya hari Minggu ini mereka libur dan menugaskan salah seorang pegawainya untuk menjaga tenda yang berisi berbagai peralatan pekerjaan serta alat-alat untuk memasak.
Pada saat ditemukan, keenam pekerja tersebut terlentang seperti layaknya orang tertidur berjejer di dalam tenda. "Tidak ada tanda-tanda penganiyayaan, hanya saya lihat 1 orang d iantaranya mengeluarkan busa dimulutnya," tambah Ajang.
Bersama beberapa orang pekerja, Ajang membawa ke 6 jenazah tersebut ke kamar mayat RSU dr Slamet Garut dengan mempergunakan truk pengangkut pasir untuk dilakukan pemeriksaan. "Saya juga tidak mengerti kenapa mereka meninggal, ya saya serahkan semuanya kepada polisi," pungkas Ajang. (asy/asy)











































