Peristiwa tersebut bermula ketika pasangan suami istri itu terlibat cekcok, Minggu (3/8/2008) pagi. Entah mengapa sang suami tiba-tiba saja mengambil pisau dapur kemudian menyayat paha, dana, leher, tangan, dan perut Yanti.
Sayatan di bagian perut membuat usus Yanti terburai. Namun, dia masih mampu melarikan diri ke luar rumah dan berteriak-teriak.
"Suami saya kesurupan, suami saya kesurupan," teriaknya sambil memegangi usus dan perutnya yang berdarah.
Salman pun mengejar istrinya sambil berteriak, "Dia keturunan jin, keturunan jin,".
Mengetahui perbuatan Salman, warga lantas mengejar pria berjanggut dan masih mengenakan baju koko serta celana hitam itu.
Salah seorang warga menghantam Salman dengan batu. Salman pun langsung jatuh tersungkur. Namun, ketika polisi hendak membawa Yanti ke rumah sakit, Salman tiba-tiba bangkit dan meninju polisi.
Sang polisi yang geram lantas memukulkan helm-nya ke kepala Salman hingga pingsan. Sekitar pukul 12.00 WIB, Salman digelandang ke Polres Jaksel, sementara istrinya dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Menurut Ketua RT 14, Syahrudin, Salman dan Yanti baru dua bulan menikah. Mereka tinggal di alamat tersebut sejak menjadi pengantin baru. Salman bekerja jualan kain di pasar Cipulir.
"Kami semua kaget, padahal dia alim. Ke masjid taat," kata dia. (irw/asy)











































