Pernyataan ini diungkapkan kakak tiri Ryan, Mulyo Wazis (45), kepada wartawan di Mapolres Jombang, Sabtu (2/1/2008).
Peristiwa itu terjadi waktu dirinya dan Ryan berwisata bersama di obyek wisata andalan Lamongan itu. Tiba di lokasi, Ryan bermain di pantai dan masuk ke areal yang tidak boleh dimasuki pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sebagai kakak yang menjaganya tidak tinggal diam dan berteriak agar segera keluar dari tempat tersebut. Imbauan itu tidak mendapatkan respon dari pria gay yang jadi pelaku pembunuhan 11 orang itu. Maklum saja, sang kakak khawatir karena konon tempat itu keramat.
"Sekitar 10 menit di dalam ia keluar. Entah apa yang dilakukan di dalam tempat itu," ungkapnya.
Perilaku Ryan sesaat keluar dari tempat terlarang itu tidak berubah. Namun beberapa hari setelah itu Ryan menunjukkan perubahan perilaku.
Perubahan pertama yang dirasakan tatkala Ryan bertengkar dengan orang tuanya karena satu masalah sepele. Pertengkaran itu merupakan pertengkaran pertama Ryan.
"Semenjak itu dirinya jadi sering bertengkar dengan orang tua. Tidak hanya itu saja, sama orang lain dirinya jadi mudah marah, tertutup dan pendiam," ucap bapak tiga anak ini.
Karena itu ia tidak heran apabila Ryan tega melakukan pembunuhan. "Mungkin karena barang gaib itu," imbuhnya mengakhiri pembicaraan dengan wartawan. (stv/gah)











































