"Rekaman asli di KNKT, tersimpan dalam boks tertutup, bersifat rahasia dan dalam bentuk pita. Yang beredar itu tidak asli dan tidak original," kata Jusman.
Dia menyampaikan hal itu melalui pesan singkat yang dikirimkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan kepada detikcom, Sabtu (2/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada evidence lain dan ada diskusi di antara para ahli secara multi-disiplin iptek. Misal, setidaknya analisa hanya dapat dilakukan jika ada pasangan rekaman blackbox kedua. Yakni rekaman tentang tingkah laku pesawat terbang pada 30 menit terakhir," urainya.
"Laporan lengkap tentang sebab-sebab kecelakaan ada di website KNKT. Saya minta dengan segala hormat, agar rekaman itu tidak disebarluaskan," pinta Jusman. (fiq/gah)











































