Peristiwa ini terjadi di daerah Nqeira, sebelah selatan Amman, ibukota Yordania. Pria Yordania berusia 26 tahun itu menembak adiknya yang berusia 23 tahun hingga tewas.
Pelaku pembunuhan yang tidak disebutkan identitasnya itu, telah menembak korban sebanyak enam kali pada Jumat, 1 Agustus malam, waktu setempat. Usai membunuh, dia datang menyerahkan diri ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia membunuhnya ketika dia kembali ke rumah kemarin malam. Namun tes forensik menunjukkan gadis itu masih perawan," imbuh pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/8/2008).
Peristiwa itu merupakan pembunuhan kedelapan tahun ini yang menggunakan dalih menjaga kehormatan. Menurut otoritas Yordania, selama tahun 2007 lalu, tercatat 17 kasus pembunuhan serupa.
Mereka yang terbukti bersalah dalam kasus-kasus tersebut kerap kali hanya diganjar hukuman ringan. Parlemen Yordania telah dua kali menolak untuk mereformasi aturan hukum negeri itu. Padahal banyak tekanan dari kelompok-kelompok HAM agar para pelaku pembunuhan tersebut dijatuhi hukuman yang lebih berat. (ita/gah)











































