Salah satunya Suroto (58) warga Kota Lamongan, Jawa Timur. Dia rela datang dari jauh hanya untuk melihat secara langsung halaman belakang dan rumah Ryan.
"Saya penasaran dengar di radio dan melihat di TV berita Ryan begitu heboh. Makanya saya sempat sempatkan ke sini," ujar Suroto yang datang ke lokasi mengajak dua orang anaknya yang berumur 5 dan 7 tahun kepada detiksurabaya.com Sabtu (2/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di pekarangan rumah Ryan, Suroto mengeluarkan kamera poketnya dan memotret dua anaknya yang sedang berdiri di sebelah galian belakang rumah Ryan. Tidak lama setelah itu, Suroto meminta tolong kepada pengunjung lainnya agar mengabadikan foto dirinya beserta dua anaknya di lokasi yang sama.
"Kapan lagi ada seperti ini, ya kita abadikan saja mumpung lagi ada di sini," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai mandor sawah ini.
Cerita serupa juga dipaparkan oleh Rujauli (68) asal Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang atau sekitar 20 KM dari rumah Ryan. Purnawirawan TNI ini mengaku ingin melihat langsung lokasi yang digali oleh polisi yang ceritanya heboh sampai kemana-mana.
"Saya penasaran karena di media diberitakan begitu hebat. Nah sekarang ini mumpung lagi nganggur makanya saya ke sini," kata Rujauli.
Rujauli ke rumah Ryan menggunakan mobil Suzuki Carry warna silver yang diisi oleh 6 orang. Rujauli mengajak istri dan seorang anaknya serta tiga orang tetangga. "Kami rombongan ke sini ingin melihat dari dekat," jelas Rujauli.
Saat ini pekarangan tempat korban Ryan sudah tidak di police line. Namun bagian inti rumah masih di police line. Polisi Sabtu ini belum ada kegiatan untuk penggalian karena masih menunggu rapat koordinasi yang dilakukan hari ini.
Ryan dan Noval kini berada di tahanan Polda Jatim. Mereka berdua akan dibawa ke Jakarta setelah penyidikan, pemeriksaan saksi, dan pengolahan TKP selesai dilakukan. Selanjutnya, berkas-berkas yang terkait dengan kasus yang ditangani Polda Jatim akan diberikan ke Polda Metro Jaya.
(nik/fiq)











































