"Ya bagus saja kalau ada buktinya. Kalau ada dugaan silakan dibuktikan di pengadilan, terhadap siapa pun, tidak hanya Pak putu, siapa pun orang KPU," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di ruang kerjanya di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (1/8/2008).
Sebab menurut Hafiz, kalau berdasarkan kecurigaan, di mana saat ini semua hidup dalam lingkungan yang penuh kecurigaan, apapun yang dilakukan selalu salah. "Bila ada yang salah, kita sudah tegas, kita akan bentuk tim oleh dewan kehormatan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya apakah dirinya juga mencurigai ada praktek tersebut. "Tidak, saya tidak. Saya masih percaya dengan mereka," jawabnya tegas.
Hafiz menambahkan, dirinya selama ini selalu berkomunikasi dan meminta klarifikasi langsung dengan anggotanya bila ada isu miring. KPU sendiri sebenarnya tidak mau menanggapi isu-isu miring tersebut, dengan alasan ingin melaksanakan tuasnya dengan lancar, sehingga pemilu yang dilakukan lancar, aman dan damai.
Hafiz sendiri mengaku sudah sering kali mengingatkan anggotanya dalam berbagai pertemuan. Dirinya sering meminta agar anggota KPU tidak main-main, tidak main api dan tidak menerima sogokan atau suap.
"Kita harus ikuti aturan yang ada, kita sering bahas isu-isu itu dalam pleno, tapi di lapangan tidak pernah ada buktinya. Kalau bear ya tangkap saja, kan ini negara hukum," pungkasnya. (zal/ndr)










































