Hal itu diungkapkan Direskrim Polda Jawa Timur Kombes Rusli Nasution kepada detikcom di kantornya Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (1/8/2008).
"Dari pengakuan tersangka korban dibunuh tahun 2006 dengan motif asmara. Tersangka tidak senang ditaksir oleh korban," ujar Rusli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ryan mengaku lupa namanya. Tapi kita tidak begitu saja percaya semua pengakuannya. Kita akan selidiki lebih lanjut," tutur Rusli.
Sebagai contoh adalah pengakuan Ryan bahwa korban dibunuh pada tahun 2006. Padahal saat jasadnya ditemukan, sebagian daging korban masih ada.
"Beberapa orang juga sudah datang dan merasa bahwa Mr X itu keluarga mereka yang hilang. Tapi ini semua masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut," ungkap Rusli. (djo/djo)











































