Sebelumnya pemerintah negeri jiran itu telah menaikkan harga BBM sebesar 41 persen pada Juni lalu. Kenaikan itu telah memicu sejumlah aksi protes massa.
Pemerintah tadinya menaikkan harga BBM itu untuk mengurangi beban subsidi energi. Namun kini harga minyak mentah dunia telah turun sekitar US$ 23 dari rekor harga US$ 147 per barel yang sempat terjadi pada Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sedang mempelajari beberapa hal sebelum membuat pengumuman," imbuh Badawi.
Pernyataan senada disampaikan Wakil PM Najib Razak. Kepada wartawan, Najib mengatakan, pemerintah akan segera menurunkan harga BBM jika trend harga minyak dunia terus turun.
Kalau saja ini terjadi di Indonesia! (ita/iy)











































