"Delapan tersangka baru yang menyangkut batu bara. Jadi yang di Kalsel jadi sembilan," ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Marwan Effendi di Kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (1/8/2008).
Marwan mengatakan, empat orang tersangka merupakan pejabat di PT Pos. Namun, mantan Kapusdiklat itu hanya bersedia mengungkapkan satu tersangka berinisial ARR. ARR kini menjabat sebagai staf alhi Dirut PT Pos yang berada di Bandung, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marwan menjelaskan modus perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka. Sesuai dengan SOP, Pos Logistik seharusnya hanya melayani masalah pergudangan, transportasi, dan paket udara.
Pada prakteknya, dana perusahaan plat merah tersebut digunakan untuk bisnis batu bara di Kalsel. Belakangan diketahui bisnis itu fiktif, sedangkan uang dari PT Pos sudah dikucurkan.
"Kita belum tahu uangnya hilang karena rugi atau digunakan untuk pribadi," imbuh Marwan.
Marwan mengatakan, satu tersangka, yakni Kanwil Pos Logistik Kalsel telah ditahan. Sedangkan delapan tersangka akan dipanggil untuk diperiksa dalam waktu dekat.
(irw/iy)











































