Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Menurut polisi, perkiraan kondisi korban dan struktur mayat tidak memungkinkan mereka memakai anjing pelacak.
"Malah susah ditemukan, karena struktur tanah sudah berbaur dengan mayat. Jadi memakai anjing pelacak sangat sulit untuk membedakan mana yang masih di dalam tanah maupun yang sudah diangkat," kata Kasat I Pidum Polda Jawa Timur AKBP Susanto kepada detikcom di rumah Ryan, Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (1/8/2008).
Namun demikian, sambung Susanto, hal tersebut bukan berarti pasukan anjing pelacak atau biasa disebut K9 tidak akan digunakan. "Nanti jika upaya manual ini tidak berhasil, mungkin akan kita datangkan," ungkap Susanto. (djo/iy)











































