Horor di Bus, Pria Tikam dan Penggal Kepala Penumpang!

Horor di Bus, Pria Tikam dan Penggal Kepala Penumpang!

- detikNews
Jumat, 01 Agu 2008 10:59 WIB
Horor di Bus, Pria Tikam dan Penggal Kepala Penumpang!
Ottawa - Mengerikan! Kejadian horor terjadi di sebuah bus penumpang di Kanada. Seorang penumpang pria tiba-tiba saja menikam pria yang duduk di sebelahnya. Berulang kali dia menghujamkan pisaunya ke tubuh korban. Bukan cuma itu, dia bahkan memenggal kepala korban!

Kesadisan itu terjadi di atas bus Greyhound yang sedang dalam perjalanan dari Edmonton, Alberta menuju Winnipeg, Manitoba, Kanada.

Korban diyakini berusia 18 tahun. Saat itu, dia sedang tidur dengan mengenakan headphones di telinganya. Tiba-tiba saja, dia ditikam berulang kali di dadanya dengan pisau besar.

Demikian menurut pengakuan saksi mata Garnet Caton kepada siaran CBC seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/8/2008). "Dia telah menikamnya 50 kali atau 60 kali," kata Caton.

Melihat kejadian itu, sopir bus langsung menghentikan kendaraan. Sekitar 35 penumpang lainnya beserta sopir bus berlarian turun dari bus untuk menyelamatkan diri. Mereka menjerit-jerit ketakutan.

Sementara pelaku masih berada di dalam bus. Ketika Caton beserta dua orang lainnya kembali ke bus untuk melihat korban, mereka kembali disuguhi pemandangan mengerikan. Pelaku memenggal kepala korban dan mengangkatnya sebelum kemudian menjatuhkannya di depan mereka.

Menurut Caton, saat beraksi pelaku benar-benar tenang dan cuma terdiam. "Tak ada kemarahan dan dia tidak mengancam atau menyumpahi, dia tampak seperti robot," ujar Caton.

Setelah itu pelaku memandang tajam ke Caton dan dua orang lainnya yang naik ke bus. Melihat itu, mereka bertiga dengan cepat kabur turun dari bus. Ketiganya langsung mengurung pelaku di dalam bus. Bahkan ketika polisi datang untuk menangkapnya, dari dalam bus pelaku sempat memperlihatkan kepala korban dengan mengangkatnya.

Kepolisian Kanada sedang menyelidiki insiden mengerikan ini. Identitas korban ataupun pelaku berusia 40 tahun itu masih dirahasiakan.

(ita/iy)


Berita Terkait