Bayi Tanpa dubur dan Usus di Luar Berhasil Dioperasi di RS Sardjito

Bayi Tanpa dubur dan Usus di Luar Berhasil Dioperasi di RS Sardjito

- detikNews
Kamis, 31 Jul 2008 22:44 WIB
Jakarta - Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito Yogyakarta berhasil melakukan operasi bayi tanpa dubur dan usus di luar. Bayi laki-laki yang belum diberi nama itu merupakan pasangan Sardiyanto (32) dan Suharni (28) warga Dusun Rejosari, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul.

Kondisi bayi yang lahir 20 Juli 2008 itu sangat memprihatinkan. Usus berada di luar dinding perut dan tanpa anus. Saat ini, bayi tersebut dalam perawatan tim dokter RSU Dr Sardjito Yogyakarta.

Menurut Sardiyanto, bayi yang dilahirkan melalui persalinan normal di bidan desa. Namun karena ada kelainan, bayi itu kemudian di bawa ke RSUD Wonosari. Karena RSUD Wonosari tidak sanggup, bayi kemudian dirujuk ke RSU Bethesda. Di RSU Bethesda, kemudian dirujuk ke RSU Dr Sardjito untuk ditangani secepatnya.

"Anak saya itu sampai sekarang belum diberi nama. Dia lahir 20 Juli lewat bantuan seorang bidan di desa," kata Sardiyanto didampingi istri Suharni di RSU Dr Sardjito, Kamis (31/7/2008).

Di RSU Sardjito, bayi tersebut ditangani oleh tim dokter spesialis bedah anak dr Rochadi, SpBA. Sampai tim dokter terus melakukan pengawasan. Sebab saat dilahirkan berat bayi hanya 2,3 kg dan mengalami penurunan hingga 1,8 kg.

Menurut Rochadi bayi tersebut mengalami omphalocele yakni keadaan usus keluar dari dinding perut dan atresia ani, tidak memiliki anus. Hal itu merupakan kelainan bawaan dan sudah sering terjadi. "Penyebabnya murni gen, bukan gizi buruk atau lainnya. Di Indonesia, kemungkinan bayi lahir demikian satu di antara 10 bayi," katanya.

Dia mengatakan setelah operasi memasukkan kembali usus ke dalam perut dan pembuatan anus buatan di dinding perut sebelah kanan, kondisi bayi stabil semua organ berfungsi baik.

Tim dokter masih akan melakukan operasi paling cepat tiga bulan mendatang setelah kondisi bayi benar-benar sehat. Operasi kedua dilakukan untuk membuat lubang anus di tempat yang sebenarnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, RS sardjito telah menerima pasien serupa sebanyak 20. Semua dapat normal kembali usai operasi," katanya. (bgs/ken)


Berita Terkait