Selain Tumpak dan Ruki, tiga mantan pejabat KPK tersebut yakni Mantan Ketua Bidang Kelembagaan, Amien Sunaryadi, Mantan Wakil Ketua Bidang Informasi dan Data, Sjahruddin Rasul, dan Mantan Wakil Ketua Bidang Pencegahan, Erry Riyana Hardja Pamekas.
Total harta kekayaan Tumpak naik hampir Rp 1 miliar. Pada laporan Desember 2003, harta Tumpak berjumlah Rp 967.172.000. Sedang per 18 Maret 2008, hartanya naik mencapai Rp 1,7 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Tumpak, Harta Ruki hampir tak mengalami perubahan yang signifikan. Berdasarkan laporan 5 Juli 2008, harta kekayaannya sebesar Rp 956.953.145 yang meliputi tanah seluas 630 meter persegi dan harta bergerak berupa mobil dan tabungan dua bank senilai Rp 135 juta dan US$ 10 ribu.
Laporan sebelumnya pada 2 Oktober 2006, harta Ruki berjumlah Rp 908.327.732. "Kenaikan itu karena kenaikan NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). Yang banyak berubah adalah harta bergerak yaitu 2 mobil baru untuk saya dan anak saya yang nilainya kurang lebih Rp 585 juta," jelas Ruki.
Sementara harta Amien dari per 3 Oktober 2007 senilai Rp 387 juta, naik menjadi Rp 599 juta pada 28 Desember 2007. Erry justru malah turun hartanya. Dari Rp 3,8 miliar menjadi Rp 3,7 miliar. Sementara Sjahrudin pada 10 Januari 2007 total hartanya Rp 3,29 miliar, pada 17 Maret 2008 turun sedikit menjadi Rp 3,2 miliar.
Di akhir pengumuman, semua mantan petinggi KPK ini menerima souvenir dari Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono berupa kaos hitam berlogo 'lihat, lawan, laporkan', serta beberapa buku.
(anw/iy)











































