Demikian kata Presiden SBY dalam pidatonya di hadapapan peserta Kongres PWI di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (31/7/2008).
"Dulu yang pertama parpol, sekarang ukuran sukseskan adalah untuk aman dan lancarnya pemilu," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar tidak ada dusta di antara kita dalam parpol, maka kampanye harus faktual dan tentunya positif campaign," ujar Presiden.
Kemudian, kata SBY, setelah masa kompetisi selesai, segera semua pihak yang sebelumnya saling berhadapan kembali menciptakan suasana damai. Berlapang dada menerima hasil pemilu dan tidak menutup peluang menjalin koalisi dengan mantan rivalnya itu.
"Setelah pemilu selesai, tentu tidak benar bila komponen bangsa dalam 5 tahun selanjutnya terus suasana permusuhan. Wong sudah selesai, ya tetanggaan satu RT," pungkas SBY.
(lh/ana)










































