"Apatisme publik akan bertambah apabila nanti terbukti di pengadilan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam perbincangannya dengan detikcom, Kamis (31/07/2008). Ditambah apatisme publik yang sudah ada, menurut Qodari, ancaman golput menjadi semakin besar.
Namun demikian, masih menurut Qodari, terbongkarnya jaringan sirkulasi uang haram di Senayan itu, juga akan memberikan blessing in disguise atau berkah bagi parpol tertentu. Parpol yang diuntungkan adalah parpol yang anggotanya tidak ikut menerima uang haram itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qodari memprediksikan, ada dua kemungkinan respon publik terhadap kasus ini. Pertama, publik menjadi begitu apatis sehingga memilih untuk sama sekali tidak memilih satu pun parpol. Kemungkinan pertama ini akan menambah angka golput.
Kedua, publik pendukung parpol yang turut menerima aliran dana haram tersebut akan mengalihkan suaranya ke parpol yang tidak menerima. Kemungkinan kedua inilah yang akan menjadi blessing in disguise bagi parpol-parpol yang dikenal bersih.
Terbongkarnya kasus ini, menurut Qodari, menjadi pelajaran bagi parpol agar lebih hati-hati dan lebih rapi dalam menegakkan disiplin dan aturan main organisasi.
(hib/bdi)











































