Amien menyesalkan pernyataan kaum muda yang meminta agar yang tua segera menyingkir dari gelanggang pertarungan karena sudah tidak becus lagi. Sebaliknya, dia juga menyayangkan kaum tua yang menyebut kaum muda emosional dan tidak punya pengalaman apapun.
"Dua-duanya sama ngawurnya," ujar Amien Rais di sela-sela acara peletakan batu pertama Masjid Sholihin di Jl Tambak Segaran 25, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, lanjut Amien, tidak perlu memandang tua atau muda, sipil atau militer, kampus atau pesantren, lelaki atau perempuan, maupun Jawa atau luar Jawa.
"Itu yang fair, toh nanti rakyat yang memilih," tambah Amien.
Menurut Amien, pembatasan usia akan menimbulkan polemik. Ada yang menganggap usia kepala 4 yang diperbolehkan jadi capres, maka capres berusia kepala 5 akan marah. Begitu juga sebaliknya.
Namun jika ada yang mengklaim bahwa dirinya paling pantas menjadi calon pemimpin negeri ini, Amien menganggap orang itu takabur dan tidak tahu diri. Menurut Amien, Indonesia merupakan negeri yang sangat pelik permasalahannya dan sangat kompleks tantangannya.
"Jadi kalau ada yang sesumbar, orang itu harus mengaca lebih detil dan teliti lagi ," tutur Amien.
Amien sendiri hingga saat ini mengaku PAN sama sekali belum pernah mengadakan mukernas, rakernas ataupun sidang pleno untuk menentukan capres.
(fat/fiq)











































