"Hal itu (tes kebohongan) sangat diperlukan. Kita upayakan minggu depan. Jika bisa minggu ini lebih baik," kata Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jatim, Kombes Pol Rusli Nasution sebelum masuk ke ruang rapat Mapolda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/7/2008).
Menurut Rusli, tes kebohongan itu dilakukan karena Ryan sering berbelit-belit menyampaikan keterangannya kepada penyidik. Meski demikian, dia mengakui Ryan tidak mempersulit penyidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusli mengungkapkan, hari ini penyidik tidak menjadwalkan pemeriksaan bagi Ryan. Penyidik juga belum mencari tersangka baru yang ada di Jombang. Penyidik, lanjut Rusli, hari ini berfokus pada koordinasi dengan tim dokter yang telah mengotopsi korban.
"Hari ini tersangka Ryan bisa istirahat. Sedangkan rapat ini untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan hasil otopsi," tuturnya.
Hingga saat ini Polda Jatim telah memeriksa 25 saksi yang terdiri dari keluarga korban maupun saksi yang ada di TKP di Jombang. Namun para saksi itu bukanlah saksi yang mengetahui kejadian pembunuhan.
"Namun Polda Jatim akan mendalami keterangan dari saksi," imbuhnya.
(roi/fiq)











































