"Kita masih memerlukan data semasa hidup. Seperti foto terakhir, foto saat tertawa. Juga bisa membawa ijazah atau SIM untuk dicocokkan dengan sidik jarinya agar mempermudah tugas kami untuk mengidentifikasi korban," kata ujar ahli forensik RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Soekry Erfan Kusuma SpFK.
Hal itu dia sampaikan di sela-sela istirahat melakukan otopsi di ruang jenazah Polda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/7/2008).
Soekry menjelaskan, data semasa hidup itu bisa langsung dibawa ke Bidang Kedokteran Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Jatim.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim, Kombes Pol Rudi Hadi Sampurna mengatakan timnya sedang mengotopsi 4 jenazah. Namun Rudi mengaku hingga saat ini belum tahu hasilnya.
"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan. Besok akan kita review seluruh jenazah barangkali ada yang tertinggal," kata Rudi.
Hingga pukul 13.13 WIB, tim dokter masih belum mengetahui usia jenazah. Yang bisa diketahui baru jenis kelamin 6 jenazah itu.
"Semua jenazah jenis kelaminnya 2 wanita, 4 pria," pungkasnya.
(roi/fiq)











































