Pantauan detikcom, Selasa (29/7/2008), massa pendukung Ayin yang berada di depan ruang khusus terdakwa melarang para fotografer untuk mengambil gambar Ayin yang sudah berada di dalam ruang terdakwa. Massa pendukung lalu membentuk pagar betis. Namun wartawan tetap mengambil foto. Suasana pun sempat tegang.
Beberapa saat kemudian, polisi datang menenangkan suasana dengan menyuruh massa pendukung untuk membuka pagar betis tersebut. Tak lama, seorang pendukung Ayin masuk ke dalam ruang terdakwa. Pria yang mengenakan safari coklat itu tampak berbicara dengan Ayin. Selang beberapa menit, pria yang tidak diketahui identitasnya itu keluar dan berteriak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hidup bunda!! Bebas.. Bebas!!" teriak massa pendukung Ayin. (gus/gah)











































