"Kita ingin pilkada ini menjadi aman dan damai. Untuk apa menggunakan cara- cara kotor dan tak bermoral seperti itu," kata Ketua Tim Kampanye pasangan Sohe, Ibnu Hajar, saat dihubungi wartawan, Rabu (28/07/2008).
Ibnu mengatakan, pihaknya telah memberikan penyuluhan dan terus memantau kegiatan semua anggotanya. Dua juga tidak yakin jika peristiwa itu dapat menjadi isu miring di masyarakat, karena masyarakat kini sudah cukup pintar dalam melihat persoalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota tim yang tidak mau disebutkan namanya itu menilai dapat saja aksi itu memang dibuat guna menjatuhkan citra Sohe.
"Tidak ada alasan melakukan cara seperti itu. Semua pemain politik tahu cara seperti itu justru menurunkan citra bukan menaikan citra. Ya, kesannya Aldy teraniaya. Itu politik kuno. Apalagi saat ini berdasarkan survei Sohe masih unggul dari Aldy. Wah, lucu betul kalau kami melakukannya. Harapan saya, masyarakat tidak terpancing dengan pola itu. Ya, seakan-akan membangun opini kami ini preman, suka dengan kekerasan, apalagi JK (Jusuf Kalla) kan datang ke Sumsel," ujarnya.
"Saya juga mendengar, saat ini ada beberapa jurnalis dari luar datang ke Palembang, dan mereka lagi menulis soal tema yang sama yakni preman dan politik. Peristiwa ini tampaknya menjadi momen pas buat menuliskan tema itu," pungkas politisi dari PDIP Sumsel itu. (tw/irw)











































